spot_img
More
    spot_img

    DPRD Nunukan Dorong BRMP Kaltara Jadikan Nunukan Pusat Pembelajaran Pertanian Modern

    WARTA, NUNUKAN — Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang mulai diterapkan di Kabupaten Nunukan diharapkan tidak hanya menjadi proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran pertanian modern di Kalimantan Utara.

    Harapan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, kepada Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Utara. Ia mendorong agar Nunukan dapat dijadikan lokasi bagi petani dari berbagai daerah di Kaltara untuk belajar langsung mengenai penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian.

    Menurut Andi, keberadaan program PM-AAS di Nunukan menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan pertanian sekaligus meningkatkan kapasitas petani. Terlebih, penerapan teknologi modern dapat memberikan gambaran secara nyata mengenai cara meningkatkan efisiensi dan produktivitas, khususnya pada komoditas padi.

    “Dengan hadirnya BRMP kita berharap ada dukungan anggaran,” ujar Andi, Jumat (25/9/2026).

    Terbatasnya Anggaran Jadi Tantangan

    Andi mengatakan pengembangan pertanian di Nunukan masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran daerah. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat maupun lembaga terkait agar program modernisasi pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

    Ia berharap BRMP Kaltara tidak hanya berperan dalam penerapan teknologi, tetapi juga dapat membuka peluang dukungan pembiayaan untuk memperkuat program pertanian di Nunukan.

    “Kami berharap dengan hadirnya BRMP, ada dukungan anggaran untuk pengembangan pertanian di Nunukan,” katanya.

    Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk memastikan program modernisasi tidak berhenti pada tahap percontohan. Keberlanjutan program menjadi kunci agar petani dapat merasakan manfaat teknologi pertanian dalam jangka panjang.

    Jangan Sampai Petani Beralih Sektor

    Andi juga mengingatkan bahwa keterbatasan dukungan terhadap sektor pertanian dapat memengaruhi minat petani untuk terus menggarap lahan.

    Di Nunukan, petani memiliki pilihan lain, terutama sektor perikanan yang dinilai mampu memberikan hasil dalam waktu relatif lebih cepat. Karena itu, peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian menjadi penting agar sektor tersebut tetap menarik bagi masyarakat.

    Baca Juga:  Wagub Kaltara Tinjau Pabrik Energi Surya, Dorong Listrik Masuk Desa Perbatasan

    “Tanpa dukungan anggaran, para petani akan cepat layu. Apalagi di Kabupaten Nunukan, kita juga dihadapkan pada pilihan sektor perikanan yang hasilnya lebih cepat diperoleh,” ujarnya.

    Ia menilai modernisasi pertanian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani, mulai dari efisiensi biaya, peningkatan produktivitas hingga kepastian keberlanjutan usaha tani.

    Mansapa Jadi Lokasi Penerapan PM-AAS

    Saat ini, program PM-AAS mulai diterapkan di Brigade Pangan Taman Tani, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.

    Program tersebut mengandalkan pemanfaatan teknologi dan mekanisasi dalam proses budidaya padi. Penerapan teknologi di lapangan diharapkan dapat menjadi contoh konkret bagaimana sistem pertanian modern diterapkan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas hasil panen.

    DPRD Nunukan berharap lokasi tersebut nantinya tidak hanya menjadi lahan produksi, tetapi juga dapat berkembang sebagai tempat belajar bagi petani dari kabupaten dan kota lain di Kaltara.

    Dengan demikian, pengalaman penerapan PM-AAS di Nunukan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pertanian modern di daerah lain sekaligus memperkuat posisi Nunukan sebagai salah satu kawasan pembelajaran pertanian di Kalimantan Utara.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU