spot_img
More
    spot_img

    Asap Karhutla Mulai Ganggu Kualitas Udara Kaltara, Dishut Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

    WARTA, TANJUNG SELOR – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Kondisi tersebut mendorong Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.

    Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila, S.Hut., M.Si., meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

    “Kalau kualitas udara sedang tidak sehat, sebaiknya batasi aktivitas di luar rumah,” kata Nur Laila, Senin (31/8).

    Menurutnya, paparan asap Karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kondisi tubuh kurang fit. Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker yang tertutup rapat dan sesuai standar.

    Kelompok rentan dan warga yang sedang kurang sehat juga diimbau tidak melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan.

    “Kalau kondisi badan kurang sehat, jangan memaksakan diri beraktivitas berat di luar. Ini untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat asap,” ujarnya.

    Selain mengurangi paparan asap, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih. Perilaku hidup bersih dan sehat juga perlu tetap diterapkan, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di luar rumah.

    Dishut Kaltara turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap. Apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran, masyarakat diminta segera mendapatkan pertolongan medis.

    Di sisi lain, pemerintah daerah melalui Dishut terus memperkuat koordinasi dalam penanganan Karhutla di lapangan. Masyarakat diharapkan ikut berperan dengan menjaga keselamatan diri dan keluarga serta mengikuti perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing.

    Baca Juga:  Belajar dari Sejarah, Pemprov Kaltara Rangkul Kearifan Lokal dalam Mitigasi Karhutla

    “Yang paling penting sekarang adalah menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap selama kondisi udara belum membaik,” pungkas Nur Laila.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU