WARTA, MALINAU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan seluruh Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) X Tingkat Provinsi Kaltara agar menjunjung tinggi profesionalisme, objektivitas, dan integritas dalam menjalankan tugas penilaian. Hal tersebut dinilai menjadi kunci utama menjaga marwah MTQ sebagai ajang syiar Islam sekaligus pembinaan generasi Qurani.
Pesan itu disampaikan saat prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Dewan Hakim yang berlangsung dalam rangkaian Malam Ta’aruf MTQ X Tingkat Provinsi Kaltara di Kabupaten Malinau, Minggu (28/6).
Pelantikan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si., mewakili Gubernur Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Sanusi menegaskan bahwa sumpah yang diucapkan para Dewan Hakim bukan sekadar seremoni pembukaan MTQ, melainkan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Allah SWT.
“Amanah yang diemban ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Kami berharap seluruh Dewan Hakim dapat menjalankan tugas secara profesional, objektif, adil, jujur, dan penuh integritas,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan MTQ sangat bergantung pada independensi Dewan Hakim. Penilaian yang objektif akan menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Kalimantan Utara pada ajang MTQ tingkat nasional sekaligus menjaga kepercayaan seluruh kafilah terhadap hasil perlombaan.
Sanusi meminta agar setiap keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada kemampuan peserta tanpa dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, hasil MTQ dapat diterima secara terbuka oleh seluruh peserta dan masyarakat.
Ia optimistis seluruh Dewan Hakim mampu menjalankan amanah tersebut. Para hakim yang dilantik merupakan tokoh-tokoh yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta rekam jejak yang baik dalam bidang Al-Qur’an dan penjurian MTQ.
“Dengan kompetensi dan integritas yang dimiliki para Dewan Hakim, kami yakin proses penjurian MTQ X di Kabupaten Malinau akan berlangsung bersih, objektif, dan kredibel,” tegasnya.
Pelantikan Dewan Hakim menjadi salah satu rangkaian penting sebelum dimulainya seluruh cabang perlombaan MTQ X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Pemerintah berharap ajang ini tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga memperkuat syiar Al-Qur’an serta membangun semangat persatuan masyarakat di Bumi Benuanta.




