WARTA, TANJUNG SELOR – Kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) di Tanjung Selor semakin menarik perhatian kalangan investor. Rencana pembangunan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini mulai dilirik sejumlah perusahaan dalam negeri.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara mencatat sedikitnya empat investor telah menyatakan ketertarikan untuk terlibat dalam proyek hunian ASN yang diproyeksikan menjadi salah satu penunjang pengembangan kawasan pemerintahan baru tersebut.
Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Helmi, mengungkapkan para investor tersebut berasal dari berbagai daerah, yakni Banjarmasin, Tarakan, dan Solo.
“Sejauh ini ada empat investor yang menyampaikan minat. Satu berasal dari Banjarmasin, dua dari Tarakan, dan satu dari Solo,” ujarnya.
Menurut Helmi, ketertarikan tersebut menjadi sinyal positif terhadap iklim investasi di Kaltara, khususnya sektor properti dan infrastruktur pendukung kawasan pemerintahan.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak akan terburu-buru menentukan mitra pembangunan. Setiap investor akan melalui proses evaluasi untuk memastikan kesiapan, kemampuan, dan keseriusan mereka dalam merealisasikan proyek tersebut.
“Kami akan menilai sejauh mana komitmen dan kesiapan mereka. Setelah itu hasilnya akan kami laporkan kepada Gubernur untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” katanya.
Dalam waktu dekat, para calon investor dijadwalkan melakukan audiensi dengan pemerintah daerah sekaligus mempresentasikan konsep dan rencana investasi yang akan ditawarkan.
Proyek perumahan ASN tersebut direncanakan dibangun di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Kaltara yang berada di Kota Baru Mandiri (KBM), Tanjung Selor. Pemprov Kaltara bahkan telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare dalam satu hamparan untuk mendukung pengembangan kawasan hunian tersebut.
Helmi menjelaskan, pembangunan perumahan ASN menjadi salah satu kebutuhan strategis seiring berkembangnya pusat pemerintahan provinsi dan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal bagi aparatur yang bertugas di Tanjung Selor.
Selain menyediakan hunian yang layak, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, membuka peluang usaha baru, serta mempercepat pengembangan KBM sebagai wajah baru ibu kota Provinsi Kalimantan Utara.
Dengan mulai masuknya minat investor, pemerintah optimistis pembangunan kawasan pendukung pusat pemerintahan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan daerah dalam beberapa tahun mendatang.




