WARTA, TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 mendapat apresiasi langsung dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Proses seleksi yang berlangsung selama lima hari dinilai berjalan profesional, objektif, transparan, dan menjunjung tinggi integritas.
Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Perencanaan, Standardisasi, dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Elfrida Herawati Siregar, saat menghadiri penutupan seleksi Paskibraka Kaltara 2026 di Aula Lantai II BKPSDM Bulungan, Jumat (22/5).
Di hadapan peserta, panitia, dan tim seleksi, Elfrida menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat atas komitmen dan kerja keras dalam menyelenggarakan proses seleksi secara terbuka dan akuntabel.
“Kami melihat seluruh rangkaian seleksi di Provinsi Kalimantan Utara berjalan dengan baik, berintegritas, dan transparan. Ini menjadi modal penting dalam melahirkan kader-kader Pancasila terbaik dari daerah,” ujarnya.
Menurut Elfrida, seleksi Paskibraka tidak hanya bertujuan memilih petugas pengibar bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, serta jiwa kepemimpinan.
Ia menilai kualitas pelaksanaan seleksi di Kaltara menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang berkarakter dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
“Hasil yang diperoleh para peserta juga mencerminkan kualitas pembinaan generasi muda di masing-masing daerah. Ini menunjukkan bahwa potensi anak-anak Kaltara sangat luar biasa,” katanya.
Elfrida menegaskan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik daerah yang memiliki peluang besar menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, ia berharap pengalaman selama mengikuti seleksi dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka, baik yang lolos maupun yang belum berhasil terpilih.
“Semua yang mengikuti seleksi ini adalah calon pemimpin bangsa. Baik yang bertugas mengibarkan Sang Merah Putih di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, semuanya merupakan putra-putri terbaik daerah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para calon anggota Paskibraka untuk terus menjaga disiplin, tanggung jawab, dan semangat pengabdian yang telah ditempa selama proses seleksi. Nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila yang diperoleh, menurutnya, tidak boleh berhenti saat seleksi berakhir, melainkan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Teruslah semangat menjalankan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Jadilah teladan bagi lingkungan sekitar dan generasi muda yang membanggakan daerah serta bangsa Indonesia,” pesannya.
Seleksi Paskibraka Kaltara 2026 sendiri diikuti 45 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Mereka menjalani berbagai tahapan seleksi, mulai dari Tes Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP), Tes Inteligensia Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, parade, kesamaptaan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tes kepribadian dan psikologi.
Apresiasi dari BPIP RI tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan seleksi di Kalimantan Utara sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mencetak kader-kader Pancasila yang siap menjadi pemimpin masa depan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan Indonesia.




