WARTA, TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara memastikan terus memantau perkembangan banjir yang melanda Kabupaten Nunukan. Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, menegaskan seluruh jajaran tetap siaga dan siap turun ke lapangan jika dibutuhkan.

“Pemantauan terus kami lakukan secara intensif. Jika memang diperlukan, tim tetap stand by dan siap bergerak cepat membantu penanganan di lokasi terdampak,” tegas Andi.
Saat ini, upaya penanganan masih difokuskan di tingkat BPBD kabupaten/kota dengan dukungan lintas instansi, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, TNI-Polri hingga relawan kemanusiaan di lapangan.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Nunukan per Jumat, 27 Februari 2026, banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya Sungai Sembakung dan sejumlah sungai di wilayah Krayan.
Sejumlah kecamatan terdampak antara lain Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, Krayan, Krayan Timur dan Krayan Barat. Banjir merendam permukiman warga disertai material kayu dan lumpur, serta menggenangi akses jalan di wilayah Krayan dan beberapa daerah di Lumbis.
Di Kecamatan Sembakung, debit air juga terpantau terus mengalami kenaikan.
Data sementara mencatat sebanyak 4.033 kepala keluarga atau 12.484 jiwa terdampak. Selain itu, banjir turut memengaruhi berbagai fasilitas umum, terdiri dari 17 sekolah, 12 fasilitas kesehatan, 31 fasilitas pemerintahan, 18 fasilitas umum, dan 19 rumah ibadah.
Meski sempat mengungsi di Pos BPBD Kecamatan Lumbis, warga kini telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, aktivitas masyarakat dan kegiatan pendidikan di beberapa kecamatan belum sepenuhnya pulih.
Untuk tinggi muka air (TMA) terkini, di Lumbis tercatat 9,9 meter pada pukul 19.45 WITA, stabil dari pengukuran sebelumnya. Sementara di Sembakung, TMA berada di angka 4,45 meter.
Berbagai langkah penanganan telah dilakukan, di antaranya pemantauan wilayah terdampak bersama aparat kecamatan, desa, TNI dan Polri; pembersihan fasilitas pendidikan dan jalan dari sisa material banjir; apel siaga kebencanaan di Lumbis, Sembakung Atulai dan Sembakung; distribusi bantuan logistik ke Desa Atap Dusun Tembelunu RT 6 dan 7; pemantauan ketinggian air di tiang ukur Desa Mansalong dan Desa Atap; serta evakuasi dan pengamanan barang milik warga.
BPBD Kaltara mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi di wilayah hulu.
“Koordinasi terus kami perkuat agar penanganan berjalan cepat, tepat dan terpadu. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tutup Andi.




