WARTA, TANJUNG SELOR — Upaya Kalimantan Utara menuju energi hijau semakin kuat dengan keterlibatan sektor tambang melalui program CSR. Pemerintah Provinsi Kaltara mengajak perusahaan-perusahaan untuk mendukung inisiatif “Energi untuk Negeri”, yakni program pemberdayaan masyarakat berbasis energi terbarukan.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, menjelaskan bahwa CSR tidak lagi sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin CSR betul-betul dirasakan masyarakat dan sekaligus mendorong penggunaan energi bersih,” jelasnya.
Contoh penerapan energi hijau terlihat di Desa Linusaung, di mana perusahaan tidak hanya memberi empat mesin jahit, tetapi juga membangun pembangkit listrik tenaga surya yang disesuaikan dengan potensi lokal.
Dengan listrik yang stabil, warga mampu memproduksi tas berbahan kulit dan rotan secara mandiri—sebuah bukti bahwa energi terbarukan dapat menggerakkan ekonomi.
“Sinergi pemerintah dan swasta telah mengintegrasikan pembangunan ekonomi desa terpencil dengan prinsip keberlanjutan energi hijau,” tegas Yosua.




