WARTA, TANJUNG SELOR – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menginventarisasi seluruh aset daerah diyakini tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga mampu menekan beban pemeliharaan yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui pendataan menyeluruh yang dilakukan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), pemerintah akan memetakan aset yang masih produktif serta mengidentifikasi barang milik daerah yang sudah tidak lagi memberikan manfaat optimal.
Plt Kepala BKAD Kaltara, Nurdin, mengatakan inventarisasi menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap aset memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah, bukan justru menjadi beban anggaran.
“Kalau nanti sudah diketahui aset itu tidak bisa dimanfaatkan lagi, otomatis beban pemeliharaannya juga bisa dikurangi,” ujar Nurdin.
Ia menjelaskan, selama ini pemerintah tetap mengalokasikan anggaran pemeliharaan terhadap seluruh aset yang tercatat dalam administrasi daerah. Namun, belum seluruh aset tersebut dipastikan masih dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, BKAD akan melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap kondisi fisik aset, status legalitas, hingga tingkat pemanfaatannya. Hasil inventarisasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pengelolaan aset, apakah tetap dipertahankan, dikembangkan, dialihkan pemanfaatannya, atau ditempuh langkah lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Nurdin, keberhasilan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) tidak hanya diukur dari besarnya nilai aset yang dimiliki pemerintah, tetapi juga dari efektivitas pemanfaatannya dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Jangan sampai kita mengeluarkan biaya pemeliharaan untuk aset yang ternyata sudah tidak produktif. Itu yang ingin kami petakan,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan pengelolaan aset yang berbasis data akan membuat penggunaan APBD menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. Selain mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, langkah tersebut juga membuka peluang optimalisasi aset yang masih memiliki nilai ekonomi.
“Keputusan yang diambil nantinya harus berdasarkan data. Karena itu inventarisasi menjadi langkah awal yang sangat penting,” pungkasnya. (*)




