WARTA, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., meminta seluruh perusahaan besar, kawasan industri, dan investor yang beroperasi di Kaltara untuk memprioritaskan penggunaan vendor lokal. Langkah ini diyakini akan memperkuat perputaran ekonomi daerah, membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Arahan tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menutup kegiatan Coffee Morning bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal di Aula Lantai I Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (14/7).
Menurutnya, keberadaan investasi harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara. Salah satunya dengan melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok berbagai proyek dan kegiatan operasional perusahaan.
“Kalau vendor lokal diberdayakan, uang akan berputar di daerah. Dampaknya bukan hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Zainal.
Ia menegaskan, kolaborasi antara dunia usaha dan pelaku usaha lokal akan menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari bertambahnya lapangan pekerjaan, meningkatnya daya saing UMKM, hingga memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Komitmen Bangun Krayan
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menepis anggapan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengabaikan pembangunan di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan. Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Kaltara telah mengusulkan anggaran sebesar Rp150 miliar kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk mendukung percepatan pembangunan jembatan dan infrastruktur konektivitas di wilayah Krayan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional.
Zainal juga menginstruksikan Balai dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltara untuk terus memperkuat koordinasi agar seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target pada tahun 2027.
Siap Jadi Orang Pertama Tes Urine
Pada sektor pemberantasan narkoba, Gubernur memberikan apresiasi atas kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara dalam upaya pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkotika.
Ia bahkan meminta agar BNNP segera melaksanakan tes urine secara mendadak di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan menegaskan dirinya siap menjadi orang pertama yang menjalani pemeriksaan.
“Saya siap diperiksa lebih dulu. Waktunya silakan ditentukan Kepala BNN agar objektif,” tegasnya.
Selain itu, Zainal membuka peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara yang berminat memperkuat kelembagaan BNN melalui mekanisme perpindahan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Siapkan Generasi Muda Hadapi Sekolah Kedinasan
Dalam arahannya, Gubernur juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan.
Pemprov Kaltara, kata dia, telah menghadirkan program bimbingan belajar gratis Patriot Muda yang berlokasi di kawasan Pasar Induk Tanjung Selor sebagai wadah pembinaan putra-putri daerah dalam menghadapi berbagai seleksi sekolah kedinasan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Keberhasilan tidak bisa dibeli. Kunci utama adalah belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang,” pesan Zainal.
Melalui berbagai langkah tersebut, Gubernur berharap investasi, pembangunan infrastruktur, penguatan integritas ASN, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan beriringan sebagai fondasi mempercepat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara.




