spot_img
More
    spot_img

    Siswa SMAN 1 Tanjung Palas Tengah Belajar Kebencanaan, Kenali Operasional Pusdalops BPBD Kaltara

    WARTA, TANJUNG SELOR – Belajar tentang kebencanaan tidak hanya dilakukan di ruang kelas. Sejumlah siswa kelas XII SMAN 1 Tanjung Palas Tengah mendapat kesempatan mengenal lebih dekat tugas dan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara melalui kunjungan edukatif ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kaltara.

    Kunjungan tersebut menjadi sarana bagi para pelajar untuk memperluas wawasan mengenai kebencanaan, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan hingga mekanisme penanganan ketika bencana terjadi.

    Rombongan siswa didampingi guru pendamping, Anis Dwiyuningtyas, S.Pd., dan diterima langsung oleh personel BPBD Kaltara di lingkungan Pusdalops PB.

    Kegiatan diawali dengan pengenalan berbagai armada, peralatan penanggulangan bencana, serta perlengkapan pendukung operasional lapangan. Para siswa tidak hanya melihat peralatan yang digunakan BPBD, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi dan penggunaannya dalam mendukung kesiapsiagaan maupun penanganan bencana di lapangan.

    Pengalaman semakin lengkap ketika rombongan diajak melihat sejumlah fasilitas utama Pusdalops PB, seperti Ruang Media, Ruang Radio Komunikasi, dan Ruang Command Center.

    Di fasilitas tersebut, siswa mendapatkan gambaran mengenai bagaimana informasi kebencanaan dihimpun, dipantau, diolah, dan disebarluaskan sebagai bagian dari proses koordinasi penanggulangan bencana.

    Personel BPBD kemudian menjelaskan secara lebih luas mengenai tugas dan fungsi BPBD dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Peran tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari prabencana, tanggap darurat hingga pascabencana.

    Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa penanggulangan bencana bukan semata-mata dilakukan setelah bencana terjadi. BPBD memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, perencanaan penanggulangan bencana serta membangun koordinasi dengan perangkat daerah, instansi terkait, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat.

    Salah satu bagian yang menarik perhatian siswa adalah penjelasan mengenai Pusdalops PB. Unit ini menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pengelolaan informasi dan operasi penanggulangan bencana.

    Baca Juga:  Pemkab Nunukan Tegaskan Komitmen Penuhi Janji Pendidikan Melalui Program Seragam Sekolah Gratis

    Pusdalops PB menjalankan fungsi pengumpulan, pengolahan, pemantauan, analisis hingga penyebarluasan informasi kebencanaan. Seluruh aktivitas tersebut juga menjadi bagian dalam mendukung koordinasi serta pengendalian operasi penanggulangan bencana.

    Personel BPBD menjelaskan, Pusdalops PB beroperasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan (24/7). Sistem tersebut dilakukan untuk memastikan pemantauan kondisi kebencanaan dan pelayanan informasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

    Operasional Pusdalops dilaksanakan secara bergiliran oleh personel berdasarkan pembagian tugas dan jadwal piket yang telah ditetapkan.

    Usai mengenal aktivitas Pusdalops, para siswa mengikuti edukasi singkat mengenai dasar-dasar kebencanaan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian bencana, jenis-jenis bencana, potensi ancaman di Kalimantan Utara, faktor risiko serta pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan.

    Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa diberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan personel BPBD terkait kebencanaan, kesiapsiagaan, mitigasi hingga pelaksanaan tugas BPBD dan Pusdalops PB.

    Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman belajar semata. Pengetahuan yang diperoleh secara langsung diharapkan dapat meningkatkan literasi kebencanaan para pelajar sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap risiko bencana di lingkungan sekitar.

    Dengan pemahaman yang lebih baik, siswa diharapkan mampu menerapkan prinsip kesiapsiagaan, baik di sekolah, lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat.

    Bagi BPBD Kaltara, edukasi kepada pelajar juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini, sehingga generasi muda memiliki pengetahuan dan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU