WARTA, TANJUNG SELOR – Gerak cepat tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berhasil menghentikan sejumlah titik api yang muncul di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Petugas gabungan dikerahkan untuk memastikan api tidak meluas ke kawasan permukiman maupun lingkungan sekitar.
Penanganan dilakukan Brigade Pengendalian Karhutla (Brigdalkarhutla) Dinas Kehutanan Kaltara melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulungan, KPH Tana Tidung, dan KPH Tarakan.
Di Kabupaten Bulungan, petugas berjibaku memadamkan api di kawasan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Jumat (14/8) sore hingga malam hari. Kondisi medan yang dipenuhi semak dan vegetasi rapat membuat proses pemadaman cukup menantang.
Tak hanya di Tanjung Selor Timur, penanganan juga dilakukan di Selimau dengan luasan terbakar diperkirakan mencapai 7 hektare dan Desa Kapuak sekitar 1,2 hektare. Penyisiran turut dilakukan di kawasan Km 2 dan Km 9 untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Respons cepat petugas juga berhasil menghentikan pergerakan api yang sempat mengarah ke Km 12.
Di Tanjung Selor Timur, petugas mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 16.42 WITA. Selang pemadam harus ditarik menembus vegetasi rapat untuk melakukan pembasahan dan cooling down pada pusat kebakaran serta tunggak pohon yang masih menyimpan bara.
Meski menghadapi asap pekat dan medan penuh semak, personel terus melakukan pemadaman hingga api berhasil dilokalisir dan kondisi dinyatakan terkendali.
Sementara itu, di Kota Tarakan, personel UPTD KPH Tarakan menangani Karhutla di Binalatung, Kelurahan Pantai Amal. Kebakaran terjadi di kawasan berbukit dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 4 hektare.
Kepala Dinas Kehutanan Kaltara Nur Laila, S.Hut., M.Si., mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Dengan kondisi cuaca dan vegetasi yang kering seperti sekarang, risiko kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.
Menurut Nur Laila, pencegahan membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
“Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat sebelum kebakaran meluas,” pungkasnya.
Dishut Kaltara memastikan kesiapsiagaan personel terus diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki potensi Karhutla. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat respons sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.




