WARTA, TANJUNG SELOR – Pemantauan progres pembangunan di Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kaltara mengoptimalkan aplikasi E-Bang untuk memantau realisasi fisik dan keuangan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sistem ini membantu pemerintah daerah memperoleh gambaran perkembangan kegiatan secara lebih terstruktur tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pemantauan langsung di lapangan.
Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Administrasi Pembangunan Setda Kaltara, Berly, S.E., M.Si., menjelaskan seluruh OPD diwajibkan menginput data realisasi pembangunan secara berkala melalui aplikasi tersebut.
Data yang dilaporkan meliputi perkembangan fisik pekerjaan serta realisasi keuangan dari program dan kegiatan yang dilaksanakan masing-masing perangkat daerah. Informasi itu menjadi bahan bagi Biro Administrasi Pembangunan untuk memantau pelaksanaan program sepanjang tahun anggaran.
Keberadaan E-Bang dinilai penting bagi Kaltara yang memiliki tantangan geografis, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan. Kondisi akses transportasi yang beragam membuat pemantauan langsung terhadap seluruh kegiatan tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat.
Melalui pelaporan digital, informasi perkembangan kegiatan dapat disampaikan oleh OPD untuk kemudian dipantau dan dievaluasi. Data tersebut juga membantu pemerintah daerah menentukan kegiatan yang membutuhkan perhatian atau koordinasi lebih lanjut.
Selain memudahkan pemantauan, sistem ini mendukung penyediaan informasi pembangunan yang lebih terpusat. Dengan demikian, perkembangan realisasi fisik dan keuangan dapat dilihat secara lebih sistematis sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program.
Meski demikian, manfaat E-Bang bergantung pada ketepatan data yang disampaikan. Pembaruan informasi secara konsisten diperlukan agar laporan yang tersedia dapat menggambarkan kondisi pelaksanaan kegiatan secara akurat.
Melalui optimalisasi E-Bang, Biro Administrasi Pembangunan Setda Kaltara mendorong pemantauan pembangunan yang lebih efektif dan terukur. Pemanfaatan teknologi digital ini diharapkan mendukung pengawasan serta membantu pemerintah daerah menjaga pencapaian target pembangunan.




