Dukungan tersebut disampaikan Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Muhammad Husni, saat mewakili Gubernur Kaltara pada pembukaan Grand Final SMSI Kaltara Cup 2026 di Cafe Bin Laden, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu malam (29/8).
Husni mengapresiasi penyelenggaraan turnamen Mobile Legends yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltara. Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan ruang bagi anak muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding melalui persaingan yang sehat.
“Esports sekarang sudah menjadi cabang olahraga resmi. Bukan hanya soal bermain gim, tetapi juga melatih kerja sama, disiplin, strategi dan mental bertanding,” kata Husni.
21 Tim Berebut Gelar Juara
SMSI Kaltara Cup 2026 diikuti 21 tim sejak babak penyisihan. Tahap awal kompetisi digelar secara daring, sebelum pertandingan memasuki babak delapan besar hingga grand final yang dilaksanakan secara luring di Tanjung Selor.
Pada partai puncak, Samseng Esport asal Bulungan berhadapan dengan The White Lotus dari Kabupaten Berauuntuk memperebutkan gelar juara.
Husni menilai format kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Ia berharap turnamen SMSI Kaltara Cup tidak berhenti sebagai ajang kompetisi semata. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu pintu untuk menemukan talenta-talenta esports yang berpotensi membawa nama Kaltara di tingkat nasional.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMSI Kaltara. Turnamen ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan potensi pemuda di bidang esports,” ujarnya.
Sportivitas Jadi Kunci
Kepada para finalis, Husni berpesan agar pertandingan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati lawan.
“Kalian sudah berhasil melewati banyak kompetitor. Tunjukkan kemampuan terbaik, tetap sportif, dan hormati lawan. Pengalaman dan persahabatan yang dibangun dalam turnamen ini juga sangat penting,” pesannya.
Menurutnya, pengalaman berkompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental atlet. Karena itu, semakin banyak kompetisi yang digelar secara rutin, semakin besar pula peluang bagi Kaltara untuk menemukan pemain-pemain potensial.
Pemprov Kaltara berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan pembinaan yang lebih terarah. Dengan demikian, esports tidak hanya berkembang sebagai hiburan bagi generasi muda, tetapi juga menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan prestasi.
“Harapannya, dari turnamen seperti ini akan lahir atlet-atlet esports profesional dari Kaltara yang mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya.




