spot_img
More
    spot_img

    Gerakan ASRI SMKN 2 Tanjung Selor Perkuat Budaya Sekolah Bebas Bullying

    WARTA, TANJUNG SELOR – Menciptakan sekolah yang aman dan nyaman tidak cukup hanya dengan aturan. Diperlukan budaya yang dibangun bersama oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

    Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya SMKN 2 Tanjung Selor melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diarahkan untuk menjadikan sekolah sebagai ruang belajar sekaligus “rumah kedua” bagi peserta didik.

    Komitmen itu semakin diperkuat melalui edukasi budaya sekolah aman dan nyaman yang diberikan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara kepada peserta MPLS, Kamis (9/7/2026).

    Wakil Kepala SMKN 2 Tanjung Selor Bidang Kesiswaan, Desi Ariana, mengatakan edukasi mengenai pencegahan bullying sangat penting diberikan kepada siswa baru.

    “Kami mengapresiasi Biro Hukum Kaltara karena telah memberikan edukasi yang sangat bermanfaat. Di SMKN 2 kami juga memiliki gerakan ASRI untuk menciptakan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya.

    Menurut Desi, budaya sekolah aman tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut harus diterapkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk cara siswa berinteraksi dan menghormati teman.

    Bullying Bukan Sekadar Candaan

    Pelaksana Tugas Kepala Biro Hukum Setdaprov Kaltara, Iswandi Ibrahimsyah, S.H., M.H., CLA., CLCP., mengatakan siswa perlu memahami bahwa bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk.

    Dalam sosialisasi, peserta diajak mengenali perundungan sekaligus memahami dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap korban maupun pelaku.

    “Bullying tidak boleh terjadi dalam bentuk apa pun. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua peserta didik,” ujarnya.

    Siswa juga didorong untuk berani mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan.

    Menurut Iswandi, keberanian melapor menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

    Baca Juga:  Wagub Kaltara Genjot Ekspor Langsung, Tarakan Disiapkan Jadi Gerbang Perdagangan Internasional

    “Jangan takut melapor kepada guru atau pihak sekolah apabila menemukan tindakan perundungan,” tegasnya.

    Siswa Ingin Belajar Tanpa Rasa Takut

    Peserta MPLS pun menyambut positif materi yang diberikan. Salah seorang siswa baru, Nurfadilah, mengaku mendapatkan pemahaman baru bahwa bullying dapat memberikan dampak serius bagi korban maupun pelakunya.

    “Saya jadi lebih memahami bahwa bullying bisa berdampak buruk bagi korban maupun pelakunya. Semoga budaya sekolah yang aman dan nyaman benar-benar diterapkan sehingga semua siswa bisa belajar dengan tenang,” tuturnya.

    Menurutnya, edukasi tersebut membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga sikap dan menghormati teman.

    Melalui sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah, budaya ASRI di SMKN 2 Tanjung Selor diharapkan semakin kuat. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga membangun suasana sekolah yang aman secara sosial dan psikologis.

    Dengan demikian, semangat sekolah aman bukan hanya menjadi materi saat MPLS, tetapi menjadi kebiasaan bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas kekerasan dan saling menghargai.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU