WARTA, TANJUNG SELOR – Upaya meningkatkan kualitas publikasi dan dokumentasi prestasi olahraga di Kabupaten Bulungan terus diperkuat. Melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan penulisan berita, fotografi, serta produksi video olahraga bagi pengurus cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Kabupaten Bulungan, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Bulungan mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih maju dan terdokumentasi dengan baik.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Luminor, Sabtu (23/5/2026), tersebut dihadiri Ketua SIWO PWI Bulungan Ramlan, jajaran Pengurus PWI Kabupaten Bulungan, perwakilan KONI Kalimantan Utara, KONI Bulungan, serta sejumlah pengurus cabang olahraga.
Ketua PWI Kabupaten Bulungan, Fathu Rizqil Muhfid, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam mengawal arus informasi olahraga yang berkualitas demi mendukung kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Bulungan.
“Ini menjadi salah satu tugas kami sebagai organisasi profesi. Tugas utama kami ada dua, yakni edukasi dan vokasi, termasuk memberikan perlindungan kepada teman-teman yang bergerak di bidang jurnalistik,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak akan terlaksana tanpa dukungan berbagai pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Bulungan, KONI, dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (DKOP).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin dalam mendukung pembinaan olahraga daerah, termasuk persiapan kontingen Bulungan yang disebut telah mencapai sekitar 99 persen kesiapan untuk mengikuti agenda olahraga mendatang.
“Terima kasih kepada Pemkab Bulungan, KONI, dan DKOP yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bulungan, Heru Rachmadi, menilai pelatihan yang digagas SIWO PWI Bulungan memiliki peran penting dalam memperkuat pembangunan olahraga daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami sangat mengapresiasi SIWO Bulungan yang menginisiasi kegiatan ini. Membangun olahraga tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, masyarakat, pemerintah, dan media,” ujarnya.
Menurut Heru, media memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Bahkan dalam struktur keanggotaan KONI, SIWO menjadi salah satu unsur yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan olahraga.
“Prestasi atlet maupun kondisi fasilitas olahraga tidak akan diketahui masyarakat tanpa peran media. Begitu juga berbagai kebutuhan dan kekurangan yang ada di lapangan. Karena itu media menjadi mitra penting dalam pembangunan olahraga,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa selama ini data dan informasi dari sejumlah cabang olahraga belum tersampaikan secara optimal. Padahal, laporan mengenai program latihan, perkembangan atlet, hingga kondisi sarana dan prasarana sangat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan evaluasi pembinaan olahraga.
“Kita membutuhkan data yang baik dan terhimpun secara bersama. Melalui kemampuan menulis berita, foto, dan video yang diberikan dalam pelatihan ini, informasi dari setiap cabor dapat terdokumentasi dan dipublikasikan dengan lebih baik,” tambahnya.
Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Bulungan, Iwan Sugiyanta. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif SIWO dan PWI Bulungan dalam meningkatkan kapasitas publikasi olahraga daerah.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, khususnya pengurus SIWO dan PWI. Kegiatan ini penting karena informasi olahraga harus bisa tersebar luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian, Iwan menekankan bahwa penyebarluasan informasi tidak hanya sekadar menyampaikan kabar, tetapi juga harus mampu membangkitkan semangat dan kebanggaan masyarakat terhadap prestasi olahraga daerah.
“Tidak ada gunanya prestasi jika tidak diketahui publik. Prestasi itu harus dipublikasikan karena menjadi kebanggaan daerah. Di sinilah SIWO PWI menjadi mitra strategis pemerintah dan insan olahraga,” katanya.
Menurutnya, jurnalis olahraga tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi, harapan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi dunia olahraga.
Dalam kesempatan itu, Iwan juga menyinggung program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan, MADYA (Muda Berdaya, Muda Berkarya), yang bertujuan mendorong generasi muda agar lebih produktif, kreatif, dan berprestasi.
“Ini menjadi tugas kita bersama bagaimana Bulungan bisa dikenal di tingkat regional, nasional, bahkan dunia. Salah satu caranya adalah melalui publikasi yang baik terhadap berbagai capaian dan potensi yang kita miliki,” pungkasnya.
Melalui pelatihan jurnalistik olahraga ini, SIWO PWI Bulungan berharap setiap cabang olahraga mampu menghasilkan konten informasi yang berkualitas, akurat, dan menarik sehingga perkembangan olahraga daerah dapat terdokumentasi secara maksimal sekaligus menjadi sarana promosi prestasi atlet Bulungan ke tingkat yang lebih luas.
Iwan juga menilai semangat yang dibangun melalui publikasi olahraga sejalan dengan tagline daerah ‘Bulungan Bisa’, yang menurutnya memiliki makna kuat sebagai dorongan optimisme dan keyakinan bahwa Bulungan mampu bersaing serta meraih prestasi di berbagai bidang.
“Tagline Bulungan Bisa memiliki makna yang sangat kuat. Ini bukan sekadar slogan, tetapi semangat bersama bahwa dengan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen, Bulungan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, termasuk di bidang olahraga dan pengembangan sumber daya manusia. Kita bersyukur punya pemimpin pak bupati yang perhatian kepada dunia olahraga dan jurnalistik,” katanya.




