Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DWP Kaltara, Hj. Sipta Meylina Denny Harianto, S.Psi., M.M., dengan menghadirkan Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Selor, dr. Catrice Sheyang, sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Sipta mengatakan kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan kesehatan atau rangkaian peringatan hari ulang tahun organisasi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan, keluarga, dan masa depan generasi mendatang.
Ia menilai, kanker leher rahim atau kanker serviks perlu mendapat perhatian karena pada tahap awal dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan secara dini menjadi langkah penting untuk mengetahui adanya perubahan yang perlu ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.
“Pemeriksaan dini membantu kita mengetahui kondisi kesehatan lebih awal sehingga bisa segera mengambil langkah yang tepat,” katanya.
Sipta menjelaskan, meningkatnya temuan kasus dari tahun ke tahun tidak selalu berarti kondisi kesehatan masyarakat semakin memburuk. Peningkatan tersebut juga dapat menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan yang menjalani pemeriksaan dan semakin baik kemampuan tenaga kesehatan dalam menemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam kegiatan ini, peserta menjalani pemeriksaan menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan tes DNA Human Papillomavirus (HPV), sesuai layanan yang tersedia dan indikasi pemeriksaan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi dan praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan payudara.
Sipta mengingatkan agar peserta tidak berhenti pada pemeriksaan hari itu saja. Apabila hasil skrining menunjukkan adanya temuan yang memerlukan perhatian, peserta diharapkan mengikuti arahan tenaga kesehatan dan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi.
“Jangan takut atau malu untuk memeriksakan diri. Hasil skrining merupakan informasi awal agar kita bisa mengambil langkah kesehatan yang tepat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan perlu dimulai dari diri sendiri, kemudian diterapkan dalam keluarga dan disebarluaskan kepada masyarakat.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli dan jangan menunggu terlambat untuk bertindak. Perempuan yang sehat akan lebih kuat dalam merawat keluarga dan berkontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.




