spot_img
More
    spot_img

    BPBD Kaltara Gelar Simulasi TTX Penanganan Karhutla, Uji Kesiapan dan Kecepatan Pengambilan Keputusan

    WARTA, TANJUNG SELOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar simulasi Tabletop Exercise (TTX) Penanganan Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 untuk menguji kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

    Kegiatan yang berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kaltara, Kamis (8/10), ini menjadi bagian dari upaya menerjemahkan dokumen Rencana Kontinjensi (Rencon) Karhutla 2026–2029 ke dalam langkah operasional yang terarah dan terukur.

    Kepala Pelaksana BPBD Kaltara yang diwakili Sekretaris BPBD Kaltara, Ir. Deni Yusdianto, S.T., M.H., membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Deni menekankan pentingnya simulasi untuk menguji sejauh mana rencana penanganan darurat dapat diterapkan ketika menghadapi situasi krisis di lapangan.

    Menurutnya, Kaltara memiliki potensi ancaman karhutla yang perlu diantisipasi melalui kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta koordinasi yang solid antarlembaga.

    Melalui latihan berbasis skenario ini, peserta tidak hanya dituntut memahami dokumen rencana kontinjensi, tetapi juga menguji alur koordinasi, kecepatan mengambil keputusan, dan ketepatan menentukan langkah penanganan sesuai tugas masing-masing.

    Deni mengapresiasi Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap simulasi ini dapat memperkuat kemampuan para pemangku kepentingan dalam merespons keadaan darurat secara terpadu.

    Dampak kebakaran hutan dan lahan, lanjutnya, dapat meluas ke berbagai sektor. Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BMKG, hingga dunia usaha.

    Uji Tiga Tahapan Penanganan Darurat

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltara, Rony Haryanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa simulasi dirancang untuk menguji sejumlah aspek penting dalam penanganan karhutla melalui tiga rangkaian skenario atau move.

    Pada Move 1, peserta menguji kecepatan peringatan dini, verifikasi laporan lapangan, serta identifikasi kebutuhan personel, peralatan, dan logistik awal. Tahapan ini bertujuan memastikan kekurangan sumber daya dapat diketahui sebelum situasi berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

    Baca Juga:  Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Sekprov Kaltara Minta Pejabat Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK

    Selanjutnya, Move 2 berfokus pada efektivitas operasi pemadaman, keselamatan personel melalui penerapan buddy system dan rotasi, pengelolaan suplai air bersih, serta mekanisme pencairan anggaran darurat. Penanganan logistik kesehatan dan evakuasi kelompok rentan juga menjadi bagian dari skenario latihan.

    Sementara itu, Move 3 menguji kesiapan peserta dalam menentukan peralihan dari masa darurat menuju pemulihan, menyusun satu data (single data), serta merencanakan demobilisasi personel dan peralatan hingga pembersihan pos lapangan atau mop-up.

    Rony menyebut simulasi ini menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi muncul, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, hambatan jalur distribusi, hingga koordinasi lintas sektor ketika kebutuhan meningkat secara mendadak.

    Ia menekankan pentingnya prinsip no-fault learning atau pembelajaran tanpa menyalahkan individu. Dengan pendekatan tersebut, setiap hambatan yang ditemukan selama simulasi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem dan prosedur penanganan bencana.

    Rony juga mengajak seluruh peserta, termasuk tim pengendali, fasilitator, dan evaluator, untuk terlibat aktif serta mengambil keputusan secara cepat dan akurat sesuai peran dalam struktur komando rencana kontinjensi.

    Melalui kegiatan ini, BPBD Kaltara berharap koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor semakin kuat, sehingga penanganan darurat karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif, terukur, dan terpadu demi memperkuat ketangguhan daerah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU