WARTA, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengajak Pemuda Muhammadiyah mengambil peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pembangunan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara yang dirangkaikan dengan Dialog Literasi Hukum dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Utara, Tarakan, Kamis (30/7).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen P2MI beserta rombongan di Kalimantan Utara. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus perlindungan bagi pekerja migran, khususnya di wilayah perbatasan.
“Selamat datang kepada Bapak Wamen P2MI beserta rombongan. Kehadiran ini menjadi kehormatan bagi Kalimantan Utara sekaligus wujud perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan SDM dan perlindungan pekerja migran Indonesia,” ujar Zainal.
Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rapimwil I Pemuda Muhammadiyah Kaltara yang dinilainya sebagai forum strategis untuk merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Zainal, selama ini Pemuda Muhammadiyah telah menunjukkan kiprahnya sebagai mitra strategis pemerintah melalui berbagai kegiatan di bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa Kalimantan Utara tengah memasuki fase pembangunan yang semakin pesat, terutama dengan hadirnya berbagai proyek strategis nasional dan pengembangan kawasan industri hijau. Kondisi tersebut membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
“Karena itu, peran organisasi kepemudaan sangat penting dalam mencetak generasi yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki karakter kuat sebagai modal utama pembangunan Kalimantan Utara,” katanya.
Zainal juga mengapresiasi pelaksanaan Diklatsar Kokam yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Menurutnya, pendidikan dasar tersebut mampu membentuk karakter pemuda yang disiplin, tangguh, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap mengabdi kepada masyarakat.
Selain itu, dialog literasi hukum mengenai perlindungan pekerja migran dinilai sangat relevan mengingat Kalimantan Utara merupakan provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan menjadi salah satu daerah asal maupun lintasan pekerja migran Indonesia.
Karena itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan setiap pekerja migran memperoleh perlindungan yang maksimal, baik sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, maupun setelah kembali ke tanah air.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kementerian P2MI dan seluruh pihak terkait agar masyarakat yang bekerja di luar negeri memperoleh perlindungan yang optimal,” tutupnya.




