WARTA, TANJUNG SELOR – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam mencetak atlet muda berprestasi kembali ditegaskan. Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., secara resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 di Lapangan SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Selasa (30/6).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Zainal didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara Hasanuddin, S.Pd., M.Si., Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara Drs. H. Sanusi, M.Si., serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., disaksikan ratusan peserta dan kontingen dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara.
Ajang olahraga pelajar paling bergengsi di tingkat provinsi ini diikuti sebanyak 152 peserta, terdiri atas 46 siswa jenjang SD, 40 siswa SMP, 48 siswa SMA/SMK, serta 18 peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Kompetisi akan berlangsung selama dua hari, 1–2 Juli 2026, dengan dukungan 50 orang juri.
Berbagai cabang olahraga dipertandingkan, di antaranya atletik, bulu tangkis, renang, pencak silat, panjat tebing, dan senam untuk jenjang SD. Sementara peserta jenjang SLB akan berkompetisi pada nomor bocce dan balap kursi roda.
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, panitia pelaksana, dewan juri, pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan O2SN Tahun 2026.
Menurutnya, O2SN bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet usia dini sekaligus ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, karakter, dan mental kompetitif.
“O2SN merupakan wadah yang sangat strategis untuk mengembangkan bakat dan potensi peserta didik di bidang olahraga,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus berkomitmen membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, berkarakter, dan mampu bersaing. Karena itu, pembinaan olahraga pelajar harus dilakukan secara berkelanjutan agar lahir atlet-atlet muda yang mampu membawa nama Kalimantan Utara ke tingkat nasional bahkan internasional.
Gubernur juga berharap para atlet yang berhasil menjadi juara di tingkat provinsi dapat mempersiapkan diri secara maksimal untuk mewakili Kalimantan Utara pada O2SN Tingkat Nasional Tahun 2026.
Selain mengejar prestasi, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun persaudaraan antarpelajar.
“Tunjukkan kemampuan terbaik yang kalian miliki. Jadikan ajang ini sebagai sarana untuk belajar, berprestasi, dan mempererat persaudaraan antarpelajar se-Kalimantan Utara,” pesannya.
Melalui O2SN 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berharap semakin banyak talenta olahraga dari kalangan pelajar yang muncul dan mampu menjadi kebanggaan daerah. Ajang ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan olahraga sejak usia sekolah guna melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan siap bersaing di berbagai level kompetisi.




