WARTA, TANJUNG SELOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong penguatan tata kelola rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui pengembangan Sistem Informasi Terpadu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Kalimantan Utara (SITERPADU-RR Kaltara).

Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi SITERPADU-RR Kaltara yang digelar pada Senin lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diikuti Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kaltara.
Sosialisasi dilaksanakan secara hybrid, dengan menggabungkan pertemuan langsung dan daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini melibatkan perwakilan BPBD dari lima kabupaten/kota di Kaltara. BPBD Kabupaten Bulungan hadir secara langsung, sedangkan perwakilan kabupaten/kota lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
Melalui SITERPADU-RR Kaltara, BPBD berupaya membangun sistem pelaporan pascabencana yang lebih terpadu, seragam, dan terdokumentasi. Sistem ini diharapkan dapat memudahkan pengumpulan data dari kabupaten/kota sekaligus meningkatkan efektivitas pemantauan program rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat provinsi.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kaltara, Syamsuri, S.Hut., M.Si., mengatakan pengembangan sistem tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data dan pelaporan pascabencana.
“SITERPADU-RR Kaltara merupakan langkah kita untuk membangun tata kelola pelaporan pascabencana yang lebih terpadu dan seragam. Harapannya, sistem ini dapat memudahkan kabupaten/kota dalam menyampaikan data dan laporan, sekaligus membantu provinsi dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan data rehabilitasi dan rekonstruksi secara lebih efektif,” ujar Syamsuri.
Menurutnya, keseragaman data dan pelaporan menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi penanganan pascabencana. Dengan informasi yang tersusun secara sistematis, proses pemantauan kebutuhan pemulihan dan pelaksanaan program rehabilitasi serta rekonstruksi diharapkan dapat berjalan lebih terarah.
Namun, keberhasilan penerapan sistem ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan. Komitmen dan sinergi seluruh BPBD kabupaten/kota juga diperlukan agar pengisian data dan penyampaian laporan dapat dilakukan secara konsisten.
Karena itu, sosialisasi ini menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat koordinasi antardaerah dalam mengintegrasikan data dan pelaporan pascabencana.
Melalui implementasi SITERPADU-RR Kaltara, BPBD Provinsi Kaltara berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di seluruh wilayah dapat didukung oleh sistem informasi yang lebih terintegrasi, sehingga upaya pemulihan daerah dapat direncanakan dan dipantau secara lebih efektif.




