WARTA, TANJUNG SELOR — Sejak Senin, 3 Februari 2025, Pasar Subuh yang sebelumnya berjualan di lapak emperan Pasar Induk Tanjung Selor kini resmi pindah ke lokasi baru. Lokasi baru ini terletak di area gedung yang sebelumnya diperuntukkan untuk Pasar Buah, yang kini diubah fungsinya untuk menampung pedagang Pasar Subuh.
Suasana di lokasi baru pasar subuh tersebut terlihat ramai dan penuh aktivitas sejak pagi hari. Salah seorang pedagang yang ditemui di lokasi baru menyatakan bahwa suasana berjualan kini lebih nyaman.
“Sejak pagi ini kami sudah pindah ke gedung baru dan suasananya ramai. Pedagang sudah pada masuk semua. Tempatnya lebih nyaman dan terlindungi dari hujan, jadi kami nggak perlu repot-repot menyiapkan tenda lagi,” ujarnya.
Namun, ada sedikit perubahan yang dirasakan oleh para pedagang. Seiring dengan pemindahan ke tempat baru, retribusi yang harus dibayar oleh setiap pedagang pun mengalami kenaikan. “Dulu di tempat yang lama cuma bayar Rp2.000, sekarang jadi Rp5.000 per pedagang. Selain itu, ada lagi pungutan Rp2.000,” tambahnya.
Pemindahan ini seiring dengan selesainya pembangunan Pasar Rakyat yang sempat terhenti sejak awal 2023. Dengan anggaran sebesar Rp 5,3 miliar yang diperoleh dari dana alokasi khusus (DAK), pasar baru ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pedagang dan pengunjung.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bulungan, Errin Wiranda, menyampaikan bahwa pemindahan pedagang ke Pasar Rakyat akan segera difinalisasi. “Kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan paguyuban pedagang dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pasar Induk untuk membahas teknis pemindahan ini,” kata Errin.
Dengan perpindahan ini, diharapkan Pasar Subuh dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman, sekaligus meningkatkan fasilitas bagi pedagang dan pengunjung.(*)