WARTA, TANJUNG SELOR — Menjelang Hari Raya Idulfitri, arus penumpang angkutan umum yang meliputi transportasi laut, udara, dan darat di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga saat ini masih terpantau stabil, seperti hari-hari biasa. Namun, Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, menyoroti adanya kendala terkait dengan ketersediaan tiket pesawat, khususnya penerbangan dari Tarakan ke luar daerah seperti Jakarta.
Tiket Pesawat Jadi Masalah Utama
Dalam keterangannya, Gubernur Zainal Arifin menyebutkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah sulitnya memperoleh tiket pesawat, terutama untuk perjalanan dari Tarakan ke Jakarta. “Saat ini yang menjadi perhatian saya adalah masalah tiket pesawat. Bahkan saya sendiri kemarin hampir tidak mendapatkan tiket untuk berangkat ke Jakarta,” ungkapnya usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kaltara.
Permintaan Seat Khusus untuk Pejabat Daerah
Gubernur Zainal juga mengungkapkan bahwa maskapai penerbangan seharusnya sudah mempersiapkan minimal empat kursi khusus untuk pejabat daerah yang terkadang harus bepergian mendadak ke luar daerah. “Karena terbatasnya penerbangan dari Tarakan ke Jakarta, maskapai perlu memastikan ada kursi cadangan untuk pejabat daerah yang menerima undangan mendadak, sehingga mereka tetap bisa menghadiri acara penting,” tegasnya.
Harapan Penambahan Penerbangan
Mengenai penambahan penerbangan di Kaltara, khususnya di Bandara Juwata Tarakan, Gubernur Zainal mengungkapkan harapan adanya penambahan rute. Namun, ia mengakui bahwa maskapai yang telah dihubungi masih menghadapi kekurangan armada, sehingga belum bisa membuka tambahan penerbangan ke Kaltara. “Kami berharap ada penambahan penerbangan dalam waktu dekat. Seperti kemarin, Citilink sudah menambah satu penerbangan dari Balikpapan ke Tarakan,” ujarnya.
Dengan adanya penambahan penerbangan ini, diharapkan dapat membantu kelancaran transportasi, terutama saat arus mudik dan libur Lebaran 2025 yang diperkirakan akan meningkat.