WARTA, TANJUNG SELOR – Jadwal pelantikan gubernur, bupati, wali kota, dan wakil-wakilnya hasil Pilkada Serentak 2024 masih menjadi teka-teki. Meski awalnya direncanakan pada Februari 2025, kini muncul wacana bahwa pelantikan mungkin diundur hingga Maret 2025.
Namun, calon Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) terpilih, Zainal A Paliwang, tampak tenang menghadapi ketidakpastian ini. Menurutnya, jadwal pelantikan, kapan pun dilaksanakan, tidak menjadi masalah.
“Kalau pelantikannya mundur sampai tahun depan pun, saya tidak ada masalah. Saat ini, kita masih menunggu keputusan dari Kemendagri,” ujar Zainal saat dikonfirmasi oleh Radar Tarakan, Selasa (14/1).
Sebagai gubernur definitif Kaltara yang menjabat saat ini, Zainal berharap proses pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 dapat dilakukan secara serentak, seperti halnya Pilkada Serentak.
“Harapan kita, teman-teman yang terpilih, terutama yang sedang menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK), bisa segera menyelesaikan prosesnya. Semoga di akhir bulan ini semua selesai,” katanya optimistis.
Ketika ditanya soal persiapan pelantikan, Zainal mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Dengan nada santai, ia menyatakan bahwa pakaian yang sudah ada pun cukup untuk momen penting itu.
“Kalau pakaian, saya pakai yang lama saja. Tidak ada masalah,” tuturnya.
Soal lokasi pelantikan, Zainal juga menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pemerintah pusat. Apakah itu di Jakarta, di Ibu Kota Nusantara (IKN), atau lokasi lain yang ditunjuk Presiden, ia menegaskan kesiapannya untuk mengikuti arahan.
“Dimanapun pelantikannya nanti, kita siap melaksanakan,” pungkas Zainal.
Ketegasan dan kesederhanaan Zainal ini mencerminkan kepemimpinan yang tetap fokus pada tugas utama, terlepas dari berbagai isu di sekitar pelantikan. Masyarakat pun berharap proses ini berjalan lancar dan membawa energi baru untuk Kalimantan Utara.