More

    Tradisi Pembaretan Polres Tana Tidung: 41 Bintara Remaja Tempuh Long Mars 38 Km

    WARTA, TANA TIDUNG – Sebanyak 41 bintara remaja Angkatan 5155 Polres Tana Tidung, Polda Kalimantan Utara, mengikuti tradisi pembaretan yang penuh semangat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Joesoef Abdullah, Tideng Pale, Jumat pagi (17/1).

    Tradisi ini diawali dengan long mars sejauh 38 kilometer, yang menjadi ujian ketahanan fisik dan mental bagi 40 bintara remaja pria (Polki) dan 1 bintara wanita (Polwan). Perjalanan dimulai dari Mapolres Tana Tidung di Desa Sebawang, Kecamatan Sesayap, pada pukul 00.00 Wita dan berakhir di obyek wisata Gunung Rian, Kecamatan Muruk Rian, pada pukul 13.00 Wita.

    ADVERTISEMENT

    Simbol Pengabdian dan Semangat Tak Kenal Lelah

    Long mars ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga bentuk penempaan diri. Para bintara, meskipun menghadapi medan berat, menunjukkan tekad luar biasa dengan berbaris rapi membawa perlengkapan. Mereka berjalan dengan semangat tinggi sebagai simbol kesiapan untuk melayani masyarakat sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

    Dalam upacara pembaretan, Wakapolres Tana Tidung, Kompol Maulana Aryo Bimo, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan dedikasi para bintara remaja.
    “Long mars ini bukan hanya soal jarak yang ditempuh, tetapi tentang bagaimana kita menghadapi tantangan dengan semangat yang tak kenal menyerah,” ujar Kompol Maulana.

    Pembentukan Karakter dan Pengabdian

    Pembaretan ini menandai kelulusan mereka menjadi bagian dari jajaran Polres Tana Tidung. Prosesi pembaretan dilakukan oleh para pejabat Polres sebagai simbol resmi dimulainya pengabdian para bintara kepada masyarakat.

    “Kegiatan ini tidak hanya membentuk fisik dan mental, tetapi juga mempererat solidaritas antar anggota kepolisian serta mengenalkan mereka pada keindahan alam sekitar,” tambah Wakapolres.

    Dukungan Masyarakat Setempat

    Momen ini juga mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat yang turut menyaksikan perjalanan dan prosesi pembaretan. Hal ini semakin mempertegas hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.

    ADVERTISEMENT
    Baca Juga:  Pemerintah Resmi Menetapkan Aturan Pemutusan Kontrak Kerja PPPK

    Tradisi pembaretan ini diharapkan melahirkan anggota Polri yang tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.

    Bagikan:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img
    spot_img