WARTA, TANJUNG SELOR — Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltara menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk membantu masyarakat kurang mampu dengan subsidi iuran BPJS Kesehatan.
Subsidi ini diberikan khusus untuk peserta BPJS Kesehatan yang termasuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Di Kaltara, ada sekitar 47 ribu peserta yang menerima bantuan untuk iuran kelas III.
Pembayaran dilakukan setiap bulan untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi yang membutuhkan. “Jadi pemerintah yang bayar dan tanggung semua iurannya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman.
Tak hanya itu, Diskes Kaltara juga memberikan subsidi bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), yang mencakup sekitar 1.800 peserta, serta untuk 2.100 peserta yang terdaftar dalam kontribusi PBI JKN.
“Setiap tiga bulan, total subsidi yang kami bayarkan mencapai lebih dari Rp6,7 miliar. Artinya, dalam setahun, anggaran untuk jaminan kesehatan masyarakat ini mencapai Rp20 miliar,” ujarnya.
Usman menambahkan bahwa ini adalah bukti nyata komitmen Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang untuk terus memprioritaskan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, meski tengah melakukan efisiensi anggaran.
Bantuan iuran BPJS ini tetap dianggarkan demi menjamin akses kesehatan yang lebih baik, terutama bagi kelompok masyarakat kurang mampu dan pekerja rentan.
“Manfaat program ini sangat dirasakan langsung oleh mereka yang paling membutuhkan. Kami terus berupaya memperluas cakupan pelayanan BPJS Kesehatan agar semakin banyak masyarakat terlindungi,” lanjut Usman.
Berbagai upaya ini juga membuahkan hasil yang luar biasa. Kaltara kini mencatatkan capaian Universal Health Coverage (UHC) yang sangat tinggi, bahkan berhasil meraih predikat UHC atau Cakupan Kesehatan Semesta.
“Alhamdulillah, capaian UHC kita kini sudah lebih dari 100 persen. Semakin banyak masyarakat yang terlindungi oleh program JKN, dan kami terus berupaya untuk memperluasnya,” pungkas Usman.