More

    Geger! Dugaan Siswa Terlibat Open BO di Tarakan, Disdik Angkat Bicara

    WARTA, TARAKAN — Publik Tarakan sempat dibuat heboh dengan kasus mengejutkan dugaan keterlibatan siswa dalam prostitusi online. Kasus ini tidak hanya memunculkan keprihatinan mendalam, tetapi juga pertanyaan besar: apakah ini hanya puncak dari fenomena gunung es yang lebih luas?

    Meski kasus ini telah ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tarakan, masyarakat mendesak adanya langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

    ADVERTISEMENT

    Saat dimintai tanggapan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha, menyebut bahwa kasus ini menjadi teguran besar bagi semua pihak. Menurutnya, meskipun korban adalah pelajar, insiden ini terjadi di luar kendali sekolah.

    “Ini bukan sekadar masalah individu, tapi fenomena sosial yang harus jadi perhatian bersama. Di Disdik, kami punya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepala sekolah, guru, orang tua, komite sekolah, Dinas Sosial, Polres, hingga psikolog,” jelas Tamrin, Senin (23/12).

    Tamrin juga menyoroti kebiasaan sekolah yang cenderung menyembunyikan kasus serupa karena dianggap sebagai aib. “Saya sudah sering sampaikan, meskipun masalah sudah selesai, sekolah wajib melaporkannya ke satgas pendidikan. Ini penting untuk evaluasi dan mencegah kasus serupa,” tegasnya.

    Langkah-langkah ini sejalan dengan Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan. Tamrin berharap kolaborasi lintas sektor ini bisa menjadi solusi untuk memberantas kasus-kasus serupa. (*)

    Baca Juga:  121 Bintara Polri Dilantik: Awal Perjalanan Pengabdian di Kalimantan Utara

    Bagikan:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU