WARTA, JAKARTA — Program ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 3 juta rumah gratis mulai menuai perhatian. Bonny Z. Minang, anggota Satuan Tugas Perumahan, membocorkan kriteria calon penerima rumah tersebut. Menurut Bonny, program ini ditujukan untuk membantu masyarakat miskin, yang selama ini tercatat dalam kelompok desil 1 dan 2 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Yang pasti, kriteria utama adalah mereka yang berada di desil kedua terbawah,” ujar Bonny dalam diskusi Ngobrol Santai Apersi dan Satgas Perumahan di Jakarta pada Jumat (17/1).
Desil 1 terdiri dari rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah, yaitu 1-10% terendah. Sedangkan Desil 2 mencakup rumah tangga yang berada di urutan 11-20% terendah dalam hal kesejahteraan.
Bonny menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah merumuskan kriteria lebih rinci tentang siapa yang termasuk kategori miskin. Menurutnya, banyak program yang terhambat karena belum ada standar yang jelas mengenai siapa yang dapat disebut miskin.
Penyusunan kriteria ini kini dipegang oleh Badan Pengentasan Kemiskinan yang dipimpin oleh Budiman Sudjatmiko. “Ini belum final, tapi kemungkinan besar, mereka yang memiliki penghasilan maksimal Rp1 juta per bulan dan berlangganan listrik 450 kWh akan masuk kategori miskin,” tambah Bonny.
Kriteria ini nantinya akan disahkan melalui perundang-undangan dan menjadi acuan bagi kepala desa untuk mendata warga yang layak mendapatkan rumah gratis dari Presiden Prabowo. “Kepala desa akan mengusulkan nama-nama ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tapi kami tidak akan langsung percaya. Proses verifikasi akan dilakukan melalui Babinsa,” jelasnya.
Program ini diharapkan bisa memberikan akses perumahan yang layak bagi keluarga miskin dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.