More

    Angka Kemiskinan di Kaltara Turun 5,38 Persen

    WARTA, TANJUNG SELOR — Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren penurunan secara keseluruhan, dengan penurunan sebesar 5,38 persen pada September 2024 dibandingkan Maret 2024.

    Meski demikian, pola distribusi kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan menunjukkan dinamika yang menarik, serta menghadirkan tantangan yang harus diatasi.

    ADVERTISEMENT

    Kemiskinan di Perkotaan Mengalami Peningkatan

    Pada Maret 2024, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan tercatat sebanyak 23,18 ribu jiwa (4,73 persen). Namun, angka ini meningkat menjadi 25,06 ribu jiwa (5,07 persen) pada September 2024, bertambah sebanyak 1,88 ribu jiwa dengan kenaikan persentase 0,34 persen poin.

    Kemiskinan di Perdesaan Menurun Signifikan

    Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di perdesaan mengalami penurunan yang signifikan. Pada Maret 2024, terdapat 24,65 ribu jiwa (9,23 persen) penduduk miskin di perdesaan. Namun, pada September 2024, angka tersebut menurun menjadi 16,05 ribu jiwa (5,96 persen), atau turun sebanyak 8,6 ribu jiwa, dengan penurunan persentase 3,27 persen poin.

    Tantangan Struktural di Perdesaan

    ADVERTISEMENT

    Meskipun jumlah penduduk miskin di perdesaan lebih sedikit dibandingkan perkotaan, persentase kemiskinan di perdesaan tetap lebih tinggi. Kepala BPS Kaltara, Mas’ud, menyoroti hal ini sebagai tantangan struktural yang memerlukan perhatian khusus.

    “Pada September 2024, persentase penduduk miskin di perdesaan mencapai 5,96 persen, sedangkan di perkotaan 5,07 persen. Meski ada perbaikan, masalah struktural di perdesaan masih membutuhkan perhatian lebih,” ujar Mas’ud.

    Fokus Perhatian dan Kebijakan

    ADVERTISEMENT

    Penurunan kemiskinan di Kaltara menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam mengatasi masalah kesejahteraan. Namun, disparitas antara wilayah perkotaan dan perdesaan menggarisbawahi pentingnya kebijakan yang lebih terfokus pada pemberdayaan ekonomi perdesaan, akses pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dasar.

    Baca Juga:  Pemangkasan Anggaran Perjalanan Dinas Bisa Lumpuhkan Aktivitas Hotel dan Restoran, PHRI: Dampaknya Bisa Hingga 20%

    Diharapkan, dengan langkah strategis yang menyasar permasalahan mendasar, penurunan angka kemiskinan dapat berlangsung lebih merata, dan kesejahteraan masyarakat Kaltara semakin meningkat.

    Bagikan:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img
    spot_img