WARTA, JAKARTA — Pemerintah telah memutuskan untuk mempercepat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lebaran tahun ini. Langkah ini diambil guna mendongkrak daya beli masyarakat dan mendukung perekonomian nasional.
Sesuai dengan kebijakan yang berlaku, pencairan THR biasanya dilakukan sekitar 10 hari sebelum Lebaran. Namun, tahun ini, para PNS akan menerima tunjangan tersebut lebih awal, yaitu mulai pekan depan.
Percepatan Pencairan THR PNS
Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa pencairan THR untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) akan dilakukan paling cepat tiga minggu sebelum Lebaran. Artinya, jika Lebaran jatuh pada Senin, 31 Maret, maka THR akan mulai cair pada minggu depan.
“Pencairan THR bagi ASN dan pekerja swasta akan dilakukan tepat waktu, dengan ketentuan bagi ASN dilakukan paling cepat tiga minggu sebelum Lebaran,” jelas Haryo dalam rilis resmi pada Minggu malam (2/3).
Rp50 Triliun untuk Daya Beli Masyarakat
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp50 triliun untuk pencairan THR PNS tahun ini. Diharapkan, dengan pencairan lebih awal, daya beli masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat konsumsi domestik dan mendorong perputaran ekonomi, terutama di sektor perdagangan dan jasa.
“Pencairan THR ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi domestik dan memberikan dorongan bagi sektor-sektor yang terdampak selama Ramadan,” tambah Haryo.
THR Pekerja Swasta Juga Akan Cair Tepat Waktu
Selain untuk PNS, pemerintah juga mengingatkan agar perusahaan membayar THR kepada pekerja swasta paling lambat seminggu sebelum Lebaran, yakni pada 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat memacu konsumsi rumah tangga, yang akan menjadi salah satu pendorong utama perekonomian Indonesia pada Ramadan mendatang.
“Permintaan yang meningkat selama Ramadan 2025 diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama penggerak ekonomi. Kami berharap kebijakan ini juga memberikan dampak positif terhadap stabilitas makroekonomi dan mendukung target pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2025,” tutup Haryo.