WARTA, JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memastikan bahwa retreat para kepala daerah akan tetap dilaksanakan di Magelang, Jawa Tengah. Hal ini diungkapkan Bima usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/1).
Bima menyatakan bahwa pelaksanaan retreat ini kemungkinan besar akan dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama ditujukan bagi kepala daerah yang baru dilantik tanpa ada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). “Gelombang pertama untuk yang tidak ada gugatan di MK,” ujarnya.
Selanjutnya, gelombang kedua akan diperuntukkan bagi kepala daerah yang menghadapi gugatan yang telah digugurkan atau ditolak oleh MK. Sementara untuk gelombang ketiga, akan diikuti oleh kepala daerah yang diperintahkan MK untuk menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang.
Meski begitu, Bima Arya menekankan bahwa seluruh peserta retreat akan mendapatkan pembekalan, baik yang sudah dilantik maupun yang masih menghadapi proses hukum. “Semua pasti ada pembekalan, meskipun tahapannya berbeda,” tambahnya.
Sementara itu, konsep retreat tersebut masih dalam proses perumusan oleh Kemendagri bersama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Bima menjelaskan, pihaknya tengah menyusun konsep teknis serta materi substansial untuk pembekalan yang akan diberikan kepada kepala daerah tersebut.
Dengan rencana yang semakin matang, retreat ini diharapkan dapat memberi wawasan dan memperkuat kapabilitas para pemimpin daerah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk masyarakat.