More

    Rekor Baru! Harga Emas Antam Melonjak Rp13.000, Tembus Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

    WARTA, JAKARTA – Harga emas Logam Mulia (LM) produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pada Rabu (5/2/2025). Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, harga emas Antam melambung Rp13.000, menyentuh angka fantastis Rp1.663.000 per gram. Ini merupakan lonjakan signifikan, mencatatkan rekor baru dalam sejarah perdagangan emas Indonesia.

    Tak hanya itu, harga buyback (harga beli kembali) emas Antam juga ikut meroket, kini berada di posisi Rp1.514.000 per gram, naik Rp13.000 dibandingkan hari sebelumnya.

    ADVERTISEMENT

    Kenaikan harga emas ini terjadi bersamaan dengan penguatan harga emas global yang menguat signifikan pada Selasa (4/2/2025), tercatat naik 1,01% menjadi US$2.841,94 per troy ons. Ini menjadikan harga emas mencetak rekor naik selama empat hari berturut-turut, dari Kamis hingga Selasa pekan ini. Dalam periode tersebut, harga emas mengalami lonjakan total sebesar 3,05%.

    Apa yang Mendorong Lonjakan Emas?

    Rekor harga emas ini dipicu oleh beberapa faktor global yang saling mendukung. Salah satunya adalah pelemahan Dolar AS (DXY), yang tertekan oleh penurunan imbal hasil obligasi AS. Ketegangan dalam perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga turut mempengaruhi pasar, memicu lonjakan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.

    Indeks dolar AS melemah ke level 107,97, turun signifikan dari posisi sebelumnya yang berada di angka 109. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga turun menjadi 4,51% dari sebelumnya 4,54%.

    Bagaimana Dampaknya pada Emas?

    ADVERTISEMENT

    Pelemahan Dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS memberikan dorongan positif untuk harga emas. Saat dolar melemah, harga emas dalam mata uang dolar menjadi lebih murah bagi investor internasional, meningkatkan permintaan global. Selain itu, rendahnya imbal hasil obligasi AS membuat emas semakin menarik sebagai alternatif investasi, karena emas tidak menawarkan bunga seperti halnya obligasi.

    Baca Juga:  PWI Bulungan & Polda Kaltara Sebarkan Kebaikan di Momen Ramadan: Berbagi Takjil dan Kasih untuk Anak Yatim

    Harga emas yang terus merangkak naik menunjukkan bagaimana dinamika pasar global, ketegangan geopolitik, dan kondisi ekonomi memengaruhi nilai aset safe-haven yang telah lama dipercaya banyak investor.

    Dengan lonjakan harga yang terus terjadi, emas kini semakin menjadi primadona bagi para investor yang mencari perlindungan dari gejolak pasar.

    Bagikan:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU