Kepala Sekolah SDN 03 Nusa, Haeruddin, membenarkan kejadian tersebut kepada sejumlah media, Kamis (16/1). “Kondisi anak-anak sekarang sudah sembuh semuanya. Kejadiannya hari Senin, di pekan kedua pelaksanaan MBG,” jelasnya.
Menu MBG yang disajikan pada hari itu adalah ayam kecap dengan sayuran. Menurut Haeruddin, kasus ini kemungkinan disebabkan oleh menu siang hari, karena gejala diare baru muncul malam harinya.
“Pada menu MBG pagi hari, tidak ada masalah. Tapi menu siang hari dimasak pukul 9 pagi, dan mungkin terlalu lama disimpan, sehingga makanan mulai basi. Apalagi jumlahnya dimasak dalam porsi besar,” ujarnya.
Puluhan Murid dan Guru Terdampak
Haeruddin mencatat puluhan murid dari berbagai kelas mengalami diare, termasuk beberapa guru yang sempat mencicipi makanan sisa.
“Di kelas 3C saja ada 17 murid, di kelas 2B ada 12 murid, dan ada dari kelas lainnya. Bahkan, seorang guru yang memakan sisa makanan juga ikut terdampak,” katanya.
Namun, tidak ada murid yang harus dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas. “Semua hanya ditangani oleh orang tua di rumah dan sudah kembali normal,” tambahnya.
Evaluasi Pengelolaan MBG
Setelah kejadian ini, pihak sekolah segera memanggil pengelola program MBG untuk melakukan evaluasi bersama, termasuk menghadirkan Babinsa sebagai pihak pendamping.
“Pengelola mengakui adanya kekurangan, dan mereka berjanji akan berbenah untuk mencegah kejadian serupa. Harapannya, kualitas makanan lebih terjamin,” terang Haeruddin.
Tindakan Pencegahan ke Depan
Meski insiden ini telah selesai, Haeruddin berharap pihak pengelola MBG lebih berhati-hati dalam menyiapkan makanan, terutama untuk menu siang hari. “Kita harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Anak-anak tetap semangat mengikuti program ini tanpa kekhawatiran,” tutupnya.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting agar program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan.