More

    Pencarian Korban Laka Speedboat Hari Kedua Nihil, Tim Kembali ke Posko

    WARTA, TANJUNG SELOR – Pada hari kedua pencarian korban kecelakaan speedboat SB Iqzza Express 01, tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas Tarakan belum berhasil menemukan korban. Pencarian yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga 17.00 WITA itu mengakhiri upaya hari kedua dengan hasil nihil. Tim pun kembali ke posko yang terletak di Pelabuhan Kulteka, sekitar 7,8 kilometer atau 4,22 Nautical Miles (NM) dari lokasi kejadian.

    Kepala Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana, menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal, mencakup wilayah hingga 5 Nautical Miles (sekitar 10 kilometer) dari titik kejadian. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, serta masyarakat, dibagi untuk menyisir area sungai dengan pembagian sektor 2 NM per tim. Meskipun sudah melakukan pencarian intensif, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

    ADVERTISEMENT

    “Pencarian kami sudah mencakup 10 kilometer dari lokasi kejadian, dan tim telah membagi area. Namun, hingga hari kedua, hasilnya masih nihil,” ungkap Dede.

    Pencarian di hari ketiga nanti akan difokuskan di sepanjang pinggiran sungai, di mana korban yang tenggelam biasanya ditemukan. Dede juga menambahkan, anak-anak yang tenggelam biasanya akan lebih cepat muncul ke permukaan dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, area pencarian akan diperluas, mengingat kondisi air sungai yang sedang naik akibat aliran tambahan dari Sungai Kayan.

    “Kami akan terus melanjutkan pencarian dengan harapan bisa menemukan dua anak balita dan satu orang dewasa yang masih hilang. Biasanya, korban anak-anak akan muncul lebih cepat, dalam waktu dua hari. Sementara itu, untuk orang dewasa, proses pencarian bisa memakan waktu lebih lama,” jelasnya.

    Namun, pencarian ini menghadapi beberapa tantangan, seperti cuaca ekstrem dan banyaknya kayu-kayu yang hanyut di sungai, yang menghambat pergerakan tim. Dede juga menyebutkan bahwa meskipun tim menggunakan alat pendeteksi bernama Aqua Eye, pencarian visual tetap menjadi metode andalan karena kondisi arus sungai yang sangat deras.

    Baca Juga:  Menag Ungkap Awal Ramadan 1446 H Berpotensi Bersamaan di Indonesia

    “Alat Aqua Eye kurang efektif dalam kondisi seperti ini, jadi kami lebih mengandalkan visual,” tuturnya.

    ADVERTISEMENT

    Dengan harapan semoga pencarian berikutnya membuahkan hasil, tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya mereka di hari ketiga.

    Bagikan:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img
    spot_img