WARTA, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan alasan menetapkan batas gaji minimal Rp3 juta bagi pengguna layanan Buy Now, Pay Later (BNPL) atau paylater. Kebijakan ini dibuat untuk memastikan kemampuan bayar pengguna dan mengurangi risiko gagal bayar.
Kepala Departemen Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Keuangan Khusus OJK, Ahmad Nasrullah, menyebut angka tersebut didasarkan pada rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) di Indonesia.
“Kami melakukan studi dan mengambil rata-rata UMP sebagai dasar penetapan. Dengan penghasilan sebesar itu, pengguna diharapkan dapat memenuhi kewajiban bayar paylater mereka,” ujar Ahmad dalam media briefing, Selasa (21/1).
Evaluasi dan Penyesuaian
Ahmad menegaskan bahwa batas gaji minimal ini masih berpotensi berubah sesuai hasil evaluasi ke depan. Namun, untuk saat ini, angka Rp3 juta dianggap paling sesuai dengan rata-rata UMP nasional.
“Ini akan terus kami evaluasi. Tapi, melihat rata-rata UMP di Indonesia saat ini, angka tersebut kami anggap pas,” tambahnya.
Batas Usia 18 Tahun untuk Lindungi Generasi Muda
Selain batas gaji, OJK juga menetapkan usia minimal pengguna paylater adalah 18 tahun. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi generasi muda dari jeratan utang yang tidak dapat mereka bayar.
“Kami tidak ingin generasi muda terjerat utang paylater tanpa kemampuan membayar. Filosofi batas usia ini adalah untuk memastikan mereka cukup dewasa dan memahami tanggung jawab finansial,” kata Ahmad.
Utang Paylater Meningkat Tajam
Paylater menjadi sorotan setelah data menunjukkan utang masyarakat Indonesia dari layanan ini mencapai Rp30,36 triliun pada November 2024. Angka ini meningkat dari Rp29,66 triliun pada bulan sebelumnya.
Kredit paylater dari perbankan mendominasi, mencapai Rp21,77 triliun, sementara dari perusahaan pembiayaan atau multifinance tercatat Rp8,59 triliun.
Komitmen OJK
OJK berkomitmen terus mengawasi dan mengevaluasi perkembangan layanan paylater agar tetap memberikan manfaat tanpa menimbulkan masalah keuangan bagi masyarakat. Dengan kebijakan ini, OJK berharap dapat mendorong penggunaan paylater secara bijak dan bertanggung jawab.