WARTA, TANJUNG SELOR – Meskipun terdapat upaya efisiensi anggaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan bahwa pasokan logistik untuk bantuan bencana tetap aman dan terjamin.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Nur Ansar, mengungkapkan bahwa meski stok logistik di gudang saat ini terbatas. Tersisa 75 paket bantuan yang mencakup beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Pengadaan logistik untuk keperluan bencana tetap berjalan. “Anggaran pengadaan logistik tetap kami alokasikan meskipun ada efisiensi, karena pasokan untuk korban bencana harus selalu siap,” jelas Nur Ansar.
Menurutnya, logistik ini sangat penting untuk mendukung penanggulangan bencana. “Ketika bencana terjadi, logistik ini akan langsung kami salurkan kepada masyarakat yang terdampak, termasuk untuk mendukung kebutuhan tim relawan yang bertugas di lapangan,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, BPBD Kaltara juga akan menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana di Krayan, Nunukan. Proses penyaluran ini masih menunggu status tanggap darurat yang tengah diproses oleh Pemerintah Provinsi Kaltara. “Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Nunukan untuk memastikan kebutuhan logistik yang tepat sesuai dengan jumlah warga yang terdampak,” ujar Nur Ansar.
Penanganan Infrastruktur Bencana di Krayan Selatan
Selain logistik, BPBD Kaltara juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kerusakan infrastruktur akibat bencana di Krayan Selatan.
Untuk perbaikan sementara, BPBD Nunukan telah mulai membangun jembatan darurat. Sementara untuk jembatan permanen, perencanaannya akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Perumahan Rakyat Kaltara.
Dengan langkah-langkah tersebut, BPBD Kaltara memastikan bahwa penanggulangan bencana di daerah tersebut akan tetap berjalan efektif meskipun dengan adanya pembatasan anggaran.