WARTA, JAKARTA — Bulan Suci Ramadan 1446 H/2025 akan segera tiba, dan umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, tengah mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Seiring dengan itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dilaksanakan oleh pemerintah, dipastikan akan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Bagaimana mekanisme pelaksanaannya nanti?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa meskipun bulan Ramadan identik dengan puasa, program ini akan tetap ada, namun dengan penyesuaian tertentu. Salah satu perubahan yang akan dilakukan adalah cara penyajian makanannya.
“Selama Ramadan nanti, makanan akan disiapkan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang, sehingga siswa-siswi dapat membawanya pulang dan menikmatinya saat berbuka puasa,” ujar Dadan seperti yang dilansir dari laman RRI.co.id.
Untuk memastikan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi meski dalam kondisi berpuasa, makanan bergizi tetap akan disediakan, tetapi dalam format yang lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan saat berbuka puasa. Tidak lagi disajikan dengan menggunakan ompreng (wadah besar untuk makanan bersama), kali ini, makanan akan dikemas agar bisa dibawa pulang oleh para siswa.
“Bagi anak-anak di pesantren, kami akan menyiapkan makanan khusus yang dapat disantap saat berbuka puasa. Kami juga akan membangun dapur yang terstandarisasi di pesantren, untuk memastikan kebersihan dan penyajian makanan yang tepat,” tambahnya.
Menu makanan selama Ramadan juga akan disesuaikan, tidak hanya dari segi kemasan, tetapi juga jenis makanan yang diberikan. Tujuannya adalah untuk tetap memberikan asupan gizi yang seimbang dan mendukung anak-anak dalam menjalani ibadah puasa mereka.
“Makanan untuk pesantren akan diberikan saat berbuka puasa, dengan memperhatikan kualitas dan kebersihannya,” jelas Dadan.
Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tetap dapat mendukung pemenuhan gizi anak-anak, baik yang berada di sekolah maupun pesantren, tanpa mengganggu kelancaran ibadah puasa mereka. Program ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa meskipun dalam bulan puasa, anak-anak tetap mendapatkan asupan makanan yang bergizi untuk menunjang aktivitas dan kesehatan mereka.(*)