WARTA, TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara telah mengeluarkan edaran untuk jam pembelajaran selama bulan Ramadan. Utamanya untuk tingkatan SMA, SMK, dan SLB se Kaltara.
Kadisdikbud Kaltara, Drs.Teguh Henri Sutanto, menyampaikan jika edaran untuk jam belajar selama Ramadan telah rampung.
Pihaknya pun sudah mengatur jadwal jam belajar untuk siswa SMA sederajat. “Alhamdulillah sesuai edaran 3 menteri Disdikbud juga sudah mengeluarkan edaran pembelajaran selama Ramadan,” jelasnya, pagi tadi.
Dia menjelaskan, jam masuk sekolah pada bulan Ramadan mulai pukul 08.00 hingga pukul 14.00, untuk hari Senin dan Kamis. Diperpendek ketimbang hari biasa yakni 07.30 sampai 16.00. Sementara pada hari Jumat pembelajaran hanya berlangsung pada pukul 08.00 sampai pukul 11.00.
Selain itu, Disdikbud juga menambahkan kegiatan khusus untuk meningkatkan iman dan takwa para siswa selama Ramadan.
Nantinya setelah hingga pukul 14.00, akan diisi dengan pembelajaran berbasis keagamaan. Bentuknya bisa berupa pengajian, membaca Al-Qur’an, atau kajian-kajian lain yang disusun oleh kepala sekolah dengan kesepakatan bersama.
Ia menyebutkan, bahwa kebijakan ini memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan masing-masing, namun tetap dalam koridor surat edaran yang ada.
Melalui kebijakan ini, Disdikbud Kaltara berharap para pelajar dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, sekaligus tetap mendapatkan pendidikan yang optimal.
“Tujuannya agar anak-anak tidak hanya menjalani Ramadan dengan penuh ibadah, tetapi juga memperoleh siraman rohani yang meningkatkan akhlak mulia mereka,” tutupnya.
Kepala Bidang SMA Disdikbud Kaltara, Hasanuddin mengatakan, pihaknya tetap mengefektifkan pembelajaran selama bulan Ramadan. Utamanya di pagi hari, karena jadwal belajar hanya sampai sebelum dalan Dzuhur.
Apalagi siswa masih membutuhkan materi pembelajaran mengingat ada ujian sekolah yang akan dilaksanakan antara Mei atau Juni mendatang. “Jadi pagi kita efektifkan untuk pembelajaran, apalagi libur siswa nantinya cukup panjang. Kemudian waktu pertemuan mata pelajaran juga kami pangkas, dari 1 jam menjadi 35 menit,” tambahnya. (*)