WARTA, JEDDAH – Sebuah langkah besar dalam persiapan haji 2025 telah diambil! Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M. Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah memimpin penandatanganan ini di Jeddah, disaksikan oleh berbagai pejabat penting.
“Alhamdulillah, kita sepakat bahwa 221 ribu jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini,” ungkap Menteri Nasaruddin dengan optimisme.
Dua Jalur Utama Kedatangan Jemaah
Sebagai bagian dari kesepakatan, perjalanan jemaah akan terbagi melalui dua jalur bandara utama:
- 110.500 jemaah tiba di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, dan kembali dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
- 110.500 lainnya tiba melalui Jeddah dan kembali via Madinah.
Upaya Penambahan Kuota Petugas
Saat ini, kuota petugas pendukung adalah 2.210 orang, atau 1% dari total jemaah. Namun, Menteri Agama mengupayakan tambahan kuota petugas untuk meningkatkan pelayanan selama ibadah.
“Kami terus melobi agar jumlah petugas dapat ditambah, sehingga pelayanan bagi jemaah semakin maksimal,” ujar Nasaruddin.
Keamanan Jadi Prioritas
Dalam MoU ini juga diatur sejumlah regulasi keamanan. Jemaah diwajibkan mematuhi aturan Kerajaan Arab Saudi, termasuk saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Aktivitas propaganda, pengibaran bendera, hingga slogan politik dilarang keras. Penggunaan perangkat fotografi diatur ketat demi menjaga ketertiban umum.
“Kami siap bekerja sama dengan pihak Saudi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia,” tegas Nasaruddin.
Agenda Tambahan: Pameran Haji dan Pertemuan Strategis
Selain MoU, kunjungan Menteri Agama ke Arab Saudi juga mencakup kehadiran di Mu’tamar dan Pameran Haji di Jeddah. Pertemuan dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk memastikan kesiapan pelayanan di tanah suci.
“Fokus kami adalah memberikan layanan terbaik bagi jemaah. Semua akan kami persiapkan sejak awal,” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Dengan penandatanganan MoU ini, perjalanan spiritual terbesar bagi umat Muslim Indonesia semakin dekat. Semua pihak kini bersiap memberikan yang terbaik demi kesuksesan haji 2025.