More

    Harga Elpiji 3 Kg di Nunukan Naik Jadi Rp30 Ribu, Pemkab Siap Awasi Ketat

    NUNUKAN – Mulai 2 Januari 2025, masyarakat Nunukan resmi membeli elpiji 3 kilogram (kg) dengan harga Rp30 ribu per tabung di pangkalan resmi. Kenaikan ini diatur melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Tahun 2025 terkait penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji subsidi.

    Langkah ini dilakukan pemerintah untuk memastikan harga elpiji subsidi seragam dan tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu. “Elpiji subsidi ini memang diperuntukkan hanya untuk masyarakat miskin. Kami ingin memastikan distribusinya berjalan dengan baik,” ujar Rohadiansyah, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Nunukan.

    ADVERTISEMENT

    Tim Khusus Mengawal Harga 
    Pemerintah Kabupaten Nunukan tidak tinggal diam. Demi memastikan HET berjalan sesuai aturan, mereka berencana membentuk Tim Pengawasan Terpadu. Tim ini akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memantau distribusi elpiji di lapangan.

    “Kami ingin mencegah adanya penyimpangan, seperti penjualan di luar pangkalan resmi atau harga yang lebih tinggi dari HET. Masyarakat juga kami imbau aktif melapor jika menemukan pelanggaran,” tegas Rohadiansyah.

    Keluhan Harga Melonjak 
    Selama ini, banyak warga mengeluhkan harga elpiji yang dijual lebih mahal dari HET. Setelah ditelusuri, sebagian besar kasus terjadi karena pembelian dilakukan di luar agen resmi. “Itu sebabnya kami mengingatkan masyarakat untuk membeli di pangkalan resmi. Jika ada agen resmi yang melanggar, laporkan kepada kami,” tambahnya.

    Sanksi tegas akan diberikan kepada pelaku penyelewengan, termasuk agen yang menjual di atas HET. “Penjualan di luar jalur resmi dapat dikenai hukuman sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

    Upaya Pengawasan Ketat 
    HET elpiji 3 kg tahun 2025 ini naik dari sebelumnya Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per tabung. Penyebab utama kenaikan adalah penghentian subsidi biaya transportasi oleh Pertamina. “Selama 10 tahun terakhir, kami dibantu subsidi transportasi. Namun, mulai tahun ini, subsidi hanya berlaku untuk gasnya saja,” ungkap Rohadiansyah.

    ADVERTISEMENT
    Baca Juga:  Ketua DPD RI Usulkan Rakyat Patungan Biayai Makan Bergizi Gratis

    Kenaikan ini dianggap sebagai tantangan baru, tetapi juga peluang untuk memperbaiki sistem distribusi. Pemerintah berharap harga baru ini dapat mengatasi masalah keterlambatan pengiriman dan kelangkaan elpiji yang sering terjadi di Nunukan.

    “Kami optimistis dengan HET baru ini, tidak ada lagi gangguan pengiriman. Semoga kondisi ini membantu stabilitas perekonomian masyarakat di Nunukan,” harap Rohadiansyah.

    Dengan langkah tegas pemerintah dan partisipasi masyarakat, distribusi elpiji subsidi diharapkan lebih tertib dan sesuai sasaran. (*)

    Bagikan:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    BERITA TERBARU

    spot_img
    spot_img
    spot_img