WARTA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus berinovasi untuk menarik investor guna menggali potensi ekonomi lokal. Pada acara Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan berbagai peluang investasi unggulan di wilayah Kaltara kepada para pelaku ekonomi dari seluruh Indonesia.
Di hadapan Ketua Kadin Provinsi se-Indonesia yang hadir, Gubernur Zainal mengungkapkan berbagai potensi investasi, terutama dalam sektor perikanan dan industri. Kaltara memiliki potensi besar dalam budidaya komoditas seperti kepiting bakau, udang windu, rumput laut, dan bandeng, yang kini telah dikenal luas di pasar internasional.
“Kepiting bakau sudah memiliki pasar yang stabil dan permintaan yang terus meningkat, begitu juga dengan udang windu yang kami budidayakan secara organik. Kami sangat terbuka untuk investasi di sektor perikanan ini,” ujar Gubernur Zainal.
Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan, Thomas A.M. Djiwandono, ini menjadi ajang yang penting untuk mempromosikan Kaltara sebagai destinasi investasi. Gubernur Zainal menegaskan bahwa Pemprov Kaltara siap memfasilitasi para investor dengan kemudahan dalam proses perizinan dan penyediaan lahan.
“Pemprov Kaltara telah menyiapkan lahan seluas 43 hektare di Kota Tarakan, yang sangat cocok untuk pengembangan industri perikanan, termasuk pelabuhan ekspor,” jelas Zainal.
Selain itu, Gubernur Zainal juga memaparkan sejumlah peluang investasi lainnya, seperti hilirisasi Crude Palm Oil (CPO), pembangunan jalan tol dari Tanjung Selor menuju Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning, pengembangan food estate Delta Kayan, serta pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor, ibu kota Kaltara.
Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Luar Negeri, Dr. James T. Riady, atas dukungan yang diberikan untuk mempromosikan potensi investasi di Kaltara.