WARTA, TARAKAN – Pembangunan fisik area parkir drop zone di Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan akhirnya rampung pada Jumat, 7 Februari 2025. Fasilitas ini diharapkan akan lebih mempermudah dan mengatur arus penumpang, dengan rencana simulasi pengoperasian yang akan dilakukan pada Februari, dan penerapannya dijadwalkan pada Maret mendatang.
Kepala UPT Pelabuhan Tengkayu I, Muhammad Roswan, menjelaskan bahwa dalam simulasi drop zone yang akan datang, seluruh instansi dan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Tarakan akan terlibat untuk memastikan sistem berjalan dengan lancar.
“Simulasi ini akan diatur secara ketat agar tidak ada lagi kendaraan yang memaksa masuk ke area dermaga, baik yang mengatasnamakan instansi atau ormas tertentu. Semua kendaraan akan diarahkan ke area parkir drop zone,” ungkap Roswan.
Jalur Khusus untuk Pejabat dan Penumpang Sakit
Roswan menambahkan, untuk pejabat atau penumpang yang membutuhkan akses khusus, seperti mereka yang sedang sakit, akan difasilitasi. Untuk pejabat, terdapat jalur VIP yang hanya bisa diakses dengan pemberitahuan ke UPT sehari sebelumnya. Sementara itu, penumpang yang membutuhkan ambulans akan tetap diperbolehkan masuk hingga ke dermaga.
“Surat edaran Gubernur mengatur bahwa kendaraan hanya bisa masuk untuk kepentingan tertentu. Ambulans dan penumpang dengan kondisi darurat tetap diizinkan masuk ke dermaga,” jelasnya.
Akses yang Memudahkan Penumpang
Nantinya, para penumpang yang hendak berangkat akan difasilitasi oleh bus yang beroperasi dari titik drop zone, sementara penumpang yang memilih berjalan kaki dapat mengakses dermaga melalui koridor khusus yang telah disediakan.
“Penumpang akan melalui jalur pejalan kaki menuju dermaga, sementara bus tetap tersedia untuk yang ingin menggunakan transportasi,” imbuh Roswan.
Area Parkir Drop Zone yang Luas
Area parkir drop zone ini memiliki luas sekitar 120 meter x 37 meter, yang diharapkan mampu menampung banyak kendaraan. Dengan fasilitas ini, diharapkan dermaga dapat bebas dari kemacetan kendaraan, sehingga proses keberangkatan dan kedatangan penumpang menjadi lebih tertib dan efisien.
“Drop zone hanya untuk aktivitas penumpang, baik yang berangkat maupun yang datang. Kendaraan hanya diperbolehkan masuk jika terkait dengan pengangkutan barang,” tegas Roswan.
Dengan sistem yang lebih terorganisir, diharapkan Pelabuhan Tengkayu I akan lebih nyaman dan aman bagi para penumpang, serta membantu kelancaran operasional pelabuhan.