WARTA, TANJUNG SELOR – Potensi banjir mulai mengancam wilayah Bumi Tenguyun seiring tingginya intensitas hujan yang mengguyur beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan kini meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di kawasan dataran rendah yang terdampak luapan Sungai Kayan.
Menurut Kalak BPBD Bulungan, Rafidin, pertemuan aliran Sungai Bahau dan Sungai Kayan menjadi penyebab utama kenaikan debit air. Beberapa titik di Tanjung Selor sudah mulai tergenang akibat fenomena ini.
“Debit air di hulu Sungai Kayan telah mencapai 4,5 meter dari dasar sungai, sementara di Sungai Kayan sendiri berada di level 2 meter. Dengan curah hujan yang masih tinggi, debit ini berpotensi terus naik,” jelas Rafidin dikutip Radar Kaltara, Selasa (14/1).
Waspada Luapan Lebih Besar
Rafidin mengingatkan, jika hujan deras terus mengguyur wilayah hulu Sungai Kayan, risiko kenaikan debit air akan semakin besar.
“Kalau di hulu Sungai Kayan tidak surut, dipastikan luapan air Sungai Kayan akan semakin meluas,” tambahnya.
Langkah Kesiapsiagaan BPBD
Dalam mengantisipasi situasi ini, BPBD Bulungan telah meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau kondisi sungai dan menyiapkan langkah mitigasi. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Dengan kesiapsiagaan yang tinggi, diharapkan potensi banjir dapat ditangani secara efektif, meminimalkan dampak buruk bagi masyarakat Bumi Tenguyun.