WARTA, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah akan mendapatkan alokasi anggaran yang sangat besar pada tahun 2026, diperkirakan mencapai Rp 400 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, setelah mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/1/2025).
Menurut Dadan, anggaran sebesar Rp 400 triliun diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi sekitar 82,9 juta penerima manfaat. “Karena target penerima manfaat sudah mencapai 82,9 juta orang, anggarannya untuk tahun depan diperkirakan sekitar Rp 400 triliun,” jelas Dadan.
Meski anggaran tersebut terbilang sangat besar, Dadan enggan mengungkapkan secara rinci sumber dana yang akan digunakan. Namun, ia menegaskan bahwa anggaran untuk MBG tersebut akan sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tanpa melibatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Tentunya, Presiden telah merencanakan beberapa langkah efisiensi untuk mendukung program ini, meski saya belum bisa menjelaskan lebih lanjut tentang rincian efisiensinya,” tambah Dadan.
Program MBG bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah berharap melalui program ini, masalah gizi buruk dan ketidaksetaraan akses pangan dapat diatasi secara signifikan.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program MBG, terutama dalam memastikan distribusi makanan yang tepat sasaran dan berkualitas.