WARTA, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, baru-baru ini mengungkapkan kabar baik bagi sektor pertanian. Pada 2025, alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para petani diperkirakan mencapai Rp300 triliun, angka yang sangat besar.
Dalam acara CNBC Economic Outlook 2025 yang berlangsung di The Westin, Jakarta Selatan pada Rabu (26/2), Zulhas, sapaan akrabnya, menegaskan, “Alokasi KUR tahun depan sangat besar. Jika saya tidak salah, totalnya bisa mencapai Rp300 triliun.” Anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk sektor pertanian, mencakup pembelian alat pertanian modern, serta mendukung program untuk menjadikan petani lebih maju dan modern.
Zulkifli menambahkan bahwa KUR juga akan digunakan untuk mendukung mekanisasi pertanian guna mengurangi pemborosan pangan (food loss). “Mekanisasi bisa mengurangi food loss yang selama ini terjadi. Teknologi yang lebih modern akan menjaga kualitas produk mulai dari panen hingga proses pengeringan,” ujarnya.
Terkait bunga KUR, Zulhas menjelaskan bahwa suku bunga yang ditawarkan sangat terjangkau, yaitu antara 3% hingga 6%, dengan total dana sebesar Rp300 triliun yang akan dialokasikan melalui perbankan.
Tak hanya itu, Zulhas juga mengungkapkan bahwa petani memiliki satu harapan besar, yaitu agar harga hasil panen mereka dibeli dengan harga yang wajar. Menurutnya, selama ini harga gabah seringkali anjlok di musim panen, meskipun sebelumnya harga yang ditetapkan cukup tinggi saat musim tanam.
Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, telah menetapkan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram. “Jika ada pabrik padi yang membeli gabah dengan harga di bawah Rp6.500, kami akan memeriksa dan mengambil tindakan tegas,” tambah Zulhas.